Duta Sang Ratu Ayu Kencanawungu

Pagi ini. Prabu Sri Subha Siti Ratu Ayu Kencana Wungu, akan menggelar persidangan dengan segenap para nayaka dan pangembating praja Majapahit. Persidangan itu membicarakan hal penting yang sampai sekarang belum bisa terselesaikan. Yaitu membicarakan keamanan dan keselamatan negara Majapahit. Sehubungan adanya Pemberontakan Adipati Menakjingga dari Blambangan. Tak ketinggalan pula  Patih Logender hadir dalam persidangan ini.
Patih Logender, merasa dipermalukan oleh Prabu Sri Ratu Ayu Kencana Wungu.Karena diitengah persidangan yang dihadiri segenap para nayaka praja serta sentana praja,  ia di tegur hanya karena  Damarwulan. Ternyata Ratu Ayu Kencana Wungu, sudah mendengar berita, kalau Damarwulan sudah berada di rumah Kepatihan beberapa waktu yang lalu. Ratu Ayu merasa tertipu oleh Patih Logender.  Karena sudah tiga bulan ini  Ratu Ayu memerintahkan Patih Logender mencari seorang pemuda bernama Damarwulan.  Namun setelah Damarwulan ditemukannya tidak dihadapkan kepada Sang Ratu. Setelah lama menunggu tidak ada kabar beritanya, maka Sri Ratu melalui perajurit telik sandi mencari keberadaan Damarwulan. Damarwulan, seorang pemuda yang muncul dalam impian Sri Ratu, adalah senapati perang yang tangguh. Didalam impiannya, terlihat Damarwulan berhasil menaklukkan Adipati Menakjingga. Menurut Sri Ratu, impian itu merupakan   petunjuk dari Dewata.  Oleh karena itu Patih Logender diminta  menghadirkan Damarwulan sekarang juga.  Patih Logender tak bisa mengelak, ia hanya bisa mengatakan, bahwa Damarwulan yang ada di Kepatihan adalah Damarwulan kemenakannya dari desa, dan Damarwulan yang ini, tak mungkin bisa menjadi senapati, karena ia adalah tukang ngarit cari rumput. mana mungkin tukang ngarit menjadi senapati perang, atau mungkin Damarwulan yang dalam impian Sang Ratu adalah Damarwulan yang lain. Ratu Ayu segera mengulangi perintahnya agar Patih Logender menghadirkan Damarwulan, menghadap Ratu Ayu Kencana Wungu sekarang juga.  Patih Logender segera kembali kepatihan dan mengeluarkan Damarwulan dari penjara. Patih Logender mengajak Damarwulan menghadap Sri Ratu. Damarwulan merasa heran, mengapa pamannya baru kali ini mengajak ke Istana Majapahit. Jangan jangan ada maksud lain pada Damarwulan, ataukah ia akan dilaporkan kepada Sri Ratu biar dijatuhi hukuman mati oleh Sri Ratu. Ataukah ada yang memfitnah dirinya, sehngga ia akan mendapat hukuman di Istana Majapahit, Kedua pamongnya juga menyarankan agar hati hati kepada Patih Logender. Karena Patih Logender hanya memikirkan kekuasaan, dan sudah melupakan keluarga sendiri. Antara iya atau tidak, akhirnya Damarwulanpun mengikuti kepergian adik bapaknya, Patih Logender ke Majapahit. Patih Logender membawakan baju Damarwulan yang dirampas Layang Seta dan Layang Kumitir dan juga sebilah keris pusaka peninggalan Ayahandanya.  Damarwulan segera diperintahkan mandi dulu, dan sekaligus berpakaian yang rapi. Selesai mandi dan berpakaian kesatria, Patih Logender terkejut, melihat Damarwulan sangat tampan dan sungguh mempunya wibawa sebagai seorang raja. Ia memiliki Wahyu Keraton, pikir Pamannya, Patih Logender. Dengan keris yang diselipkan di ikat pinggangnya menambah serasi perawakan  Damarwulan. Patih Logender sebenarnya sayang kepada Damarwulan, tetapi ia tidak mau mengorbankan nasib kedua anak laki laki kesayangannya. Maka sikap Paman Patih Logender selalu berubah pada Damarwulan. Kadang baik, kadang jahat, agaknya malah sering jahatnya. Kemudian berangkatlah mereka ke Istana Majapahit. Kedua paman Damarwulan dengan cemas, mengikuti keberangkatkan mereka dari belakang.Tidak lama kemudian Patih Logender telah sampai kembali ke Istana Majapahit bersama Damarwulan. Damarwulan datang menghadap Sri Ratu Ayu Kencana Wungu. Sri Ratu Ayu Kencana Wungu terpesona dengan ketampanan Damarwulan.dan merasa lega bisa bertemu dengan Damarwulan. Sri Ratu Ayu memerintahkan Damarwulan untuk menumpas pembrontakan Adipati Menakjingga di Blambangan. Damarwulan siap melaksanakan tugas dari Sri Ratu. Patih Logender terusik hatinya,,apabila Damarwulan berhasil menumpas pemberon takan Menakjingga, pastilah ia akan diangkat menjadi raja Majapahit mendampngi Sri Ratu Ayu Kencana Wungu. Maka Patih Logender secara diam diam menyusun rencana  untuk menjegal tugas yang diberikan oleh Sri Ratu kepada  Damarwulan. Setiba di Kepatihan Patih Logender segera memanggil anak kesayangannya Layang Seta dan Layang Kumitir. Mereka menyusun rencana bersama. Mereka bahkan tega memasukkan rencana untuk membunuh Damarwulan, apabila semua rencana yang telah disusun gagal. Sementara itu, Anjasmara merasa keberatan andaikata Damarwulan menjadi duta Sri Ratu menangkap Menakjingga yang terkenal digdaya, sakti mandraguna. Setelah dihibur dan di janji yang manis manis, Anjasmara akhirnya merelakan kepergian Danarwulan ke Blambangan. Dengan doa dan tetesan air mata Anjasmara, Damarwulanpun berangkat bersama dengan kedua pamongnya.  Dengan  berkuda mereka pergi  menuju Blambangan Berkali kali Damarwulan dicegat kelompok brandalan baik dari Majapahit maupun Blambangan. Namun Damarwulan dapat mengalahkan mereka. Rupanya para berandal itu dibayar oleh Patih Logender untuk membunuh Damarwulan. Setelah mereka menempuh perjalanan selama tiga hari tiga malam, sampailah mereka di kutaraja Blambangan. Mereka turun dari kudanya, dan dengan hati hati mereka bertiga mendekati taman Probolinggo.Kedatangan mereka ternyata telah diketahui istri Prabu Menakjingga, yaitu Dewi Wahita dan Dewi Puyengan. Mereka merasa senang sekali, menerima kedatangan Damarwulan dan kedua pamongnya, rasanya seperti kedatangan dewa. Damarwulan dan kedua pamongnya dipersilakan masuk kedalam keputren, Damarwulan dan kedua pamongnya senang sekali. Berbagai hidangan telah dihidangkan.Dewi Wahita dan Dewi Puyengan, menjadi jatuh cinta pada Damarwulan. Mereka kagum dengan ketampanan Damarwulan.  Mereka akan membantu Damarwulan untuk mengalahkan Menakjingga, asalkan Damarwulan mau menerima cinta mereka. Damarwulanpun  menerima cinta kedua istri Menakjingga. Untuk sementara waktu Damarwulan dan kedua pamongnya tinggal dalam keputren, untuk menghilangkan rasa penat dan capek setelah lama dalam perjalanan.***
About these ads
Categories: sastra | Tinggalkan komentar

Navigasi tulisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 276 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: