SMP 4 Pakem : UN Bukan Momok

Monitoring Tim Dikpora dan Komisi D DPRD ke SMP 4 Pakem disambut oleh Kepala sekolah, Woro Triwulan Ambarwati, B.A. Sekolah RSBI yang terletak di Jl. Jl. Kaliurang Km 17, Pakembinangun, Pakem tersebut kebetulan sedang mendapat kunjungan inspektorat.

Sebanyak 121 siswa kelas IX mengikuti UN tanpa susulan. Keberhasilan RSBI telah menjadi sorotan dari berbagai pihak, berikut dengan Sekolah yang telah 12 tahun dibina Woro hingga nama SMP 4 Pakem mencuat sebagai sekolah rintisan Internasional di Kab. Sleman.

Dalam pelaksanaan UN, Woro mengaku tidak ada kendala yang signifikan, “Saat UN Matematika sempat ditemukan 2 kode soal yang kurang jelas, dalam soal tersebut siswa kesulitan menemukan jawaban karena perintah dan jawaban soal tidak sinkron” urainya.

Ketika dilansir ke Dikpora menurut bendahara UN DIY, Bekti Murheni, soal tersebut telah dilaporkan ke Balitbang, “Tidak perlu khawatir, karena untuk soal yang tidak sinkron dengan jawaban biasanya akan dinilai bonus” jawabnya.

Menjelan UN, Kepsek SMP 4 Pakem DIY tersebut juga mengadakan proses sore (jam 1 – 4), dalam penganayaan 121 siswa dibagi di empat kelas high, midle, low, under low, dengan pembagian tersebut para siswa lebih fokus dalam mempelajari bidang yang sulit,

“Saya tidak berniat untuk menggradasi dengan sistem tersebut, tapi langkah yang diambil terbukti mumpuni, karena pengajar bisa tau kapasitas tiap kelas sehingga persiapan materi dan fasilitas lebih matang” ungkap woro.

Sementara dalam pelaksanaan UN dari 121 siswa, 5 diantaranya gratis dari biaya sekolah karena kurang mampu,  adanya erupsi Merapi yang menambah jumlah siswa miskin tidak dianggap penghalang bagi SMP 4 Pakem dalam berprestasi.

Dalam mengembangkan sayap, kesimpulan evaluasi dalam KBM di SMP 4 Pakem bahwasannya guru merupakan ujung tombak pendidik, “guru dan karyawan saya wajibkan untuk menguasai medan pembelajaran, agar ada ketertarikan siswa dan tidak mengaggap pelajaran sebagai momok” ujar Kepsek enerjik ini.

Uniknya salah satu komisi DPRD D yakni Esti Wijayati, yang kebetulan monitoring pelaksanaan UN merupakan alumni dari SMP 4 Pakem, Esti bahkan tidak menyangka sekolah tersebut menjadi sepopuler di era globalisasi.

Berdasarkan data, sejauh ini kemampuan bersaing siswa SMP 4 Pakem di bidang akademik mampu mengantarkan siswanya ke SMA Negeri ternama di Kota Yogya, selain itu bagi yang cenderung memilihkegiatan intra, sekolah menyediakan lab yang lengkap dan inovasi ekskul yang kerap diikutikan lomba. (dita)

Categories: Berita | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: