66 tahun sudah sebagai anutan Indonesia

” Garuda pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju “

Sebagai Falsafah Nasional, Falsafah Bangsa, sebagai Falsafah Konstitusi. Pancasila memangdigali dari Budaya, Sejarah dan Sosiologi Bangsa ini. maka ia pun sebagai Way of Life. Lho ?

Sebagai Way of Life Pancasila dinamis, ia terbuka. menantang segala Jaman. Secara kontemporer ia berlaku sebagai Way of life. Sampai kapan pun !

Setelah Indonesia berada dalam kehidupan pada Peradaban Dunia Abad XXI. Milinium ke-III; pun dalam proses melanjutkan proses Reformasi di dalam kehidupan berbangsa. Pancasila dinamis sebagai Way of Life.

Dari Bung Muhammad Kasim !

Negara dan Pemerintah harus bertanggungjawab membumikan Pancasila yakni mengkonkritkan “pengejawantahan” ke-5 sila itu.
Harus jelas proses Demokrasi Politik dan Demokrasi Ekonomi untuk mewujudkan Isi Mukadimah/Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Amendemen.

Kalau tidak nyata Falsafah itu bagi manusia Indonesi, ia akan hilang seperti Sumber Daya Indonesiayang lainnya Habis Besi Arang Binasa. !

Biarlah Sejarah akan membuktikan bukan salah Falsafahnya tetapi Manusia Indonesia tidak mampu melaksanakan Misi-nya.

Trims dan salam hangat.

Pancasila telah pernah di-pidatokan oleh Presiden RI Soekarno di depan Konferensi AA pertama diBandung, Majelis Umum PBB di New York Amerika Serikat, di depan Konferensi Non-Blok dan juga di Conefo. Dan Pancasila juga pernah menjadi slogan sepanjang jalan raya di semua propinsi diIndonesia kini ia telah berumur 66 tahun.

Apa hasil karya Falsafah Agung itu ?

Sampai hari ini Pancasila masih tetap sakti masih tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 Amendemen. Masih terpampang dalam bentuk Garuda Pancasila di Ruang Sidang Gedung DPR/MPR dan mungkin di semua Kantor-kantor resmi pemerintahan ………….

Tetapi sebagai Falsafah yang mengayomi Konstitusi NKRI ia mungkin juga telah tercantum dalam berbagai produk Undang-undang, Kebijakan serta berbagai  Fatwa dan Pidato kaum Ekskutif, Legislatif atau Yudikatif.

Apa yang kau rasakan hasilnya sampai hari ini Hai Pemimpin, hai Rakyat,  Pemimpin dan Rakyat adalah salah satu unsur dalam Negara ini yang bertanggungjawab pada : Akar (Radix) Mengapa kita menjadi Bangsa di dalam Negara Indonesia.

Indonesia yang menyandarkan pada aplikasi falsafahnya yang teruji pada beberapa kurun jaman tetapi belum tampak konkrit hasilnya, belum tampak praxisnya yang mandraguna

Mana itu hal konkrit yang telah dicapai Pancasila yang diterapkan oleh Pemimpin Indonesia ?

Satu-satunya selain Pancasila, bahwa NKRI masih berdiri sampai detik ini tetapi yang menjadi tumpuan falsafah itu adalah Arti Kemerdekaan secara Spirituil dan Materil. Sudahkah dinikmati oleh segenap Rakyat Indonesia ?

Dari tepi Pantai Kepulauan Nusantara disimpulkan : mulai hari ini Pemimpin dan Rakyat Indonesiaharus menjadikan Pancasila sebagai Way of Life-nya, yakni berkarya Produktif dan Visioner Indonesia bukan Bangsa Koeli, dan Koeli Bangsa Bangsa.

Kalau itu yang terjadi, kapan pun berarti Bangsa Indonesia gagal menjalankan Misi Falsafah Nasional Pancasila.

Renungkanlah !

Categories: Berita | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: