Cinta Penganten Loro Blonyo

Loro artinya dua dan Blonyo artinya melumuri. Jadi artinya kurang lebih dua boneka yang dilumuri cat. Yang menarik adalah warna warni cat ini bukanlah menggambarkan pakaian biasa, melainkan pakaian Paes Ageng.

Dua boneka laki-laki dan perempuan dalam tata busana Jawa paes ageng ini biasanya terbuat dari kayu atau tembikar. Biasanya dibuat dalam posisi duduk bersimpuh, walau ada juga yang berdiri, atau duduk di kursi. 

Dalam sebuah rumah orang jawa tempo doeloe, biasanya ada sebuah kamar khurus di sentong tengah. Di dalam kamar ini ada sebuah pembaringan yang ditutupi kain kelambu hias. Pembaringan tersebut lengkap dengan bantal dan guling. Dipembaringan inilah nantinya Dewi Sri akan tidur bila datang ke rumah tersebut.

Didekat pembaringan khusus untuk Dewi Sri (pa – Sri – an) atau Pasren, diletakkan sebuah tempat beras yang disebut Pedaringan. Dan didekat pedaringan ini juga diletakkan boneka Loro Blonyo. Jadi Loro Blonyo adalah boneka pelengkap sebuah Pasren, sebuah kamar tempat padi disimpan (pedaringan). Dikamar itulah diharapkan Dewi Sri mau hadir dan tidur, karena bagi petani, Dewi Sri adalah dewi padi yang amat dihormati.

Tapi seiring dengan perkembangan jaman, lama-lama kamar khusus Pasren tidak lagi ada di rumah-rumah orang Jawa, mungkin dianggap pemborosan atau merepotkan. Akhirnya mereka hanya memelihara Loro Blonyo saja ….

Jaman dulu Di Yogyakarta semua orang boleh mempunyai loro blonyo, beda dengan di Surakarta, hanya orang berkedudukan tinggi yang boleh memeliharanya.

Categories: status | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: